Kemarin hari minggu dateng ke kondangan sodara jauh dari pihak istri, tempatnya di ancol. Ternyata yang dateng ga cuman keluarga dan relasi biasa, karena kedua mempelai merupakan selebritis, jadi beberapa tamu yang dateng artis (pesinetron tepatnya).
Nah mulai dah para tamu pada aware ada idola mereka and buat ibu-ibu (juga bapak-bapak) pegiat sinetron langsung pada lupa diri rebutan salaman dan tidak lupa berburu poto-poto.
Tapi satu hal yang saya sadari setelah ketemu beberapa dari mereka, bahwa saya bertemu mereka se-excited ketika bertemu pak RT di kampung rumah ketika mengurusi surat penduduk dan laporan sebagai pendatang baru.
Anyway salmon in puff-nya enak (karena belom pernah makan salmon sebanyak ini. salmon mahal bung. #katro :p ), sampai ngantri dua kali.
Selamat menempuh hidup baru buat kedua mempelai dan menjadi keluarga bahagia dunia akhirat (:
Dikarenakan tadi malam kurang tidur, makan kuliah kali ini aga "dungdeng". So daripada kemoloran (ga sengaja molor) kan malu-maluin. Jadi ngetik ga karuan aja deh. Untuk bisa internetan harus masukin exception di proxy. Masalahnya di-iPod ga ketemu konfigurasi selain alamat proxy jadi exceptionnya ga bisa di-configure.
Tapi karena mail client menggunakan port yang berbeda, push email masih bisa dilakukan.
Jadi kalo posting ini bisa anda baca berarti ngirim email bisa dilakukan tanpa exception configuration
Tiga hari di Sukabumi mengikuti program pra-kuliah pasca sarjana ditutup dengan maen aer di sungai cicatih daerah cilandak -Sukabumi. Semua persiapan dan perlengkapan dipercayakan ama Riam Jeram pengelola Kampung Jeram.
Perjalanan dari tempat nginep di Sukabumi sekitar 1 jam pake bis, trus lanjut pake angkot coz bis g bisa masuk, jalannya cuma cukup buat satu mobil dengan kondisi jalan kriting dan banyak turunan berjalan sekitar 20 - 30 menit.
Menurut info awal sih jeram yang mau disusur sepanjang 12 kilometer-an, but setelah nyampe TKP panjang lintasan mungsret jadi 9 kilometer karena yang 4 kilometer ketinggian airnya melebihi batas aman tuk maen-maen air.
Kegiatan dimulai dengan pengumpulan baju ganti ama barang elektronik, lanjut ke pemilihan pelampung-helm-dayung, trus briefing ama pemanasan biar ga keseleo, dan berakhir dengan pemilihan tim yang isinya 5 orang dan 1 orang pemandu yang pro dari pihak Riam Jeram.
Lebar sungai citatih mungkin sama dengan 3 bis besar diparkir manjang dengan warna aernya coklat bajigur, karena penasaran dan ini pertama kalinya arung jeram, saya ambil posisi paling depan sebelah kanan. Semua proses dayung dan posisi duduk dipimpin ama pemandu, mulai dayung maju, mundur, kiri maju-kanan mundur, sebaliknya, stop, standby dll. Jeram yang dilalui cukup bergelombang namun tidak cukup kuat buat bikin kaget dan jatoh ke sungai, di tengah perjalanan semua pendayung di suruh terjun ke sungai dan pegangan di ujung prahu, beberapa menghanyutkan diri dan lepas dari prahunya, but don't worry ada team rescue. Waktu saya terjun ke sungai ternyata dasarnya g ke-injek brarti mayan dalem tuh, tapi kalo dah masuk jeram jangan coba-coba coba hanyut deh, kaki ama pantat bisa benjol biru di cipok ama batu kali coz alirannya deras dan dangkal.
Di Finish point udah ada angkot yang nunggu buat balik lagi ke kampung jeram, Overall tuk bagian jeram, kurang menantang karena kemiringan perahu yang paling tinggi cuman sekitar 10-20 drajat, menurut beberapa kawan yang pernah kesono yang 12 kilometer itutuh yang kewen dan lebih extreme, jadi tambah penasaran juga..
Buat yang mau jeram saran saya adalah jangan lupa bawa sampo, ama anduk, karena aku lupa bawa barang itu kemaren. heheheheheh