Moto Solo adalah The Spirit of Java, Jakarta kira-kira apa? -Jokowi detikcom

Kutipan wawancara wartawan detik dengan Jokowi:

.......

Moto Solo adalah The Spirit of Java, Jakarta kira-kira apa?

Begini, untuk membuat slogan, ada prosesnya, yakni partisipasi masyarakat. Jadi dilombakan, bukan ditanyakan kepada saya. Itu dari hasil lomba dan partisipasi masyarakat, ditentukan bersama-sama. Kota sebagai sebuah produk perlu yang namanya management product, positioning, diferensiasi, slogan, trademark, trade-name, perlu yang namanya brand. Jadi jangan terjebak pada sisi administrasi saja dan melupakan bahwa kota itu perlu sebuah city branding, sehingga dikenal.
Kalau orang mau ke Jakarta, sudah tahu, misalnya di sini adalah kota karnaval, kota festival, atau kota fashion muslim, misalnya. Bisa saja itu dibangun, tapi dengan proses partisipasi. Kayak orang mau ke Paris, bayanginnya langsung mode. Itu yang harus diproses, tapi justru itu yang dilupakan. Ide dan gagasan itu akan muncul berbondong-bondong dari masyarakat kalau mereka diajak berpikir memajukan kotanya. Pemimpin itu sebenarnya hanya memotivasi dan menginspirasi. Jangan berpikir yang sulit-sulit, kalau enggak mau yang susah-susah, sederhana saja tapi segera dilaksanakan. Masyarakat itu menunggu yang nyata, yang konkret, bukan menunggu rencana, wacana, atau yang akan datang, ha-ha-ha....

.......

Sumber http://news.detik.com/read/2012/08/14/071946/1990514/10/jokowi-tak-suka-koalisi-simbolis?9922032

§


Posterous theme by Cory Watilo